JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku lupa apakah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menanyakan soal Toyota Harrier, mobil yang diduga diperoleh dari dua perusahaan pemenang tender proyek pembangunan Sport Center Hambalang, Jawa Barat, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.
"Saya tidak hafal semua pertanyaan penyidik," kata Anas Urbaningrum di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2012).
Anas diperiksa soal Hambalang selama lebih dari tujuh jam. Anas mengaku cuma dicecar tiga pertanyaan krusial. Menurut Anas, pertanyaan penyidik berkisar soal struktur Partai Demokrat, struktur Fraksi Demokrat, dan tugas dirinya ketika pernah menjadi Ketua Fraksi Demokrat di DPR. "Mengapa keterangan saya dan klarifikasinya agak lama karena yang ditanyakan cukup banyak," ungkap Anas
Anas juga mengaku lupa berapa jumlah pertanyaan yang dicecar penyidik. Bagi suami Atthiyah Laila ini, berapa jumlah pertanyaan penyidik tersebut tidak penting. "Saya tidak hafal karena menurut saya itu tidak penting," kata Anas.
Seperti diketahui, Anas iduga menerima sebuah Toyota Harrier, di dealer mobil Duta Motor, Pacenongan, Jakarta Pusat, pada November 2009. Konon, mobil berpelat nomor B 15 AUD tersebut diperoleh karena telah memenangkan tender Hambalang ke PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. Nah, mobil ini disebut-sebut sebagai bukti keterlibatan Anas dalam proyek yang belakangan menelan biaya hingga Rp 2,7 triliun tersebut.
Terkait dugaan tersebut, Anas menolak menjelaskan dari mana asal mobil itu diperoleh. Dia hanya berujar pendek. "Ah, sampeyan bisa saja," kata Anas.
(ugo)
Sindikasi news.okezone.com
Anas Ngaku Lupa Soal Toyota Harrier dari PT Adhi Karya